Sunday, August 26, 2012

Dear My Lovely "Nenek Tiomina"


Ass, nek.., saat aku menulis tulisan ini aku tau nenek udah ada di tempat yang paling indah. Aku kangen sama nenek. Entah kenapa nenek selalu ada di pikiran aku saat2 ini. Mungkin karena perasaan aku emang lagi gelisah. Taukah nek, saat pertama kali aku kenal nenek, bahagia banget rasanya. Pertemuan pertama kita momennya emang kurang tepat, kita ketemu di saat nenek lagi sakit. Tapi, aku seneng banget saat nenek menyapa ku dengan senyuman ramah, mencubit pipiku, sambil bilang : “ini calonnya panji yaa?”, waah..bukan main senang rasanya. Saat itu aku lihat nenek tampak segar, ceria, dan tak henti2nya banyak bicara, aku berpikir kau semangat sekali, dan saat itu juga aku berharap kau akan kembali cepat pulih dan cepat kembali pulang ke rumah.
Dihari kedua aku ngeliat nenek, kau sangat memprihatinkan, aku berpikir, kenapa? Kenapa jadi malah tambah parah? Padahal kemarin kau tampak sangat sehat sekali. Aku sedih sangat amat sedih, apalagi kau bertambah sakit disaat hubungan aku sama panji lagi ga baik juga. Apa yang harus aku lakuin?? Pikiranku terus bercabang.
Malam yang amat sangat dingin memaksaku untuk ga bisa nahan lagi tentang masalahku sama panji, ini harus aku selesain. Bergegas aku kerumah sakit untuk nemuin cucu yang paling nenek sayangin itu, tapi, dia ternyata ga ada. Yang aku liat cuma nenek yang lagi tidur ditemani suster. Kuputuskan untuk melupakan semua masalahku dan tetap di rumah sakit untuk menjagamu.  Aku ngerasa sangat amat tertekan dan pedih ngeliat nenek terus merintih2 menahan sakit. Nek, entah aku ga tau lagi apa yang harus aku lakuin sekarang? Terlebih panji emang lagi ga ada disini. Ku suruh suster untuk nelpon panji biar dia lekas datang kerumah sakit dan menjagamu nek. Dan beberapa jam kemudian dia pun datang.
Masalahku ku lupakan sejenak demi nenek yang udah sangat lemah, ku bantu dengan sholat dan doa memohon supaya kau diberi kekuatan dan kesembuhan. Sesekali kau tertidur sejenak sambil memegang tanganku, sesekali pun pernah ku lepaskan tanganku dari genggamanmu,  tapi, kau makin erat tak melepaskan tanganku. Nek, andai aja kau sehat seperti kemarin, aku pasti ceritakan tentang apa yang terjadi sekarang. Tapi setelah ku lihat nenek dengan kondisi seperti itu, aku berpikir kalo kita lagi sama2 berjuang, kau melawan penyakitmu dan aku melawan perasaan sakitku.
Setelah beberapa minggu aku mengabaikan semua masalahku, dan ku terus gantung sampai ada waktu yang tepat buat aku omongin, sekarang, tibalah saatnya ku utarakan semua apa yang aku rasain dengan cucumu. Semoga inilah saatnya. Tapi, apa yang terjadi?? Ku buka sebuah social media yang seringkali ku pakai untuk komunikasi dengan teman2ku itu, dan terbaca salah satu update-an status dari salah satu teman cucumu bahwa kalo kau udah tiada. Ya.. Allah nek, ga ku sangka malam kemarin adalah malam terakhirku ketemu sama nenek, tanpa sadar airmata pun membasahi pipiku. Nenek, entah apa yang terjadi saat ini? Ku dengar kabar terakhir tentangmu, kalo kau udah keluar dari rumah sakit dan udah kembali ke rumah. Lega rasanya bisa dengar kabar baik itu, Setidaknnya aku berpikir nenek benar2 akan kembali membaik dan akupun nantinya bisa ngobrol lebih banyak sama nenek. Tapi, takdir berkata lain, kau meninggalkan aku, dengan segala cerita yang ingin aku sampaikan ke nenek, padahal aku masih mau ketemu nenek, nemenin  nenek, sampai nenek kembali semangat kaya pertama kali kita ketemu. Tapi, inilah kenyataannya, nenek telah pergi untuk selamanya.
Kuputuskan untuk melupakan semua kenangan yang udah aku jalanin sama cucumu nek, Ga akan aku bahas lagi. Kali ini aku yang akan terus mengingatmu dan mengenangmu seterusnya. Dan akupun berharap setiap malam bisa bertemu denganmu meskipun cuma lewat mimpi, setidaknya didalam mimpi itu ku bisa ceritakan semuanya nek. Maafin aku nek, karna aku pun  tidak bisa terus bersama cucu tersayangmu. Nenek Tiomina, aku sayang banget sama nenek. Aku yakin kalo nenek pasti tau apa yang ada di perasaan ku sekarang. Dan aku pun juga yakin nenek selalu melihatku dari tempat terindah disana.




Tuesday, February 7, 2012

I Just Want Someone Who'll Understand Me ...

Blog yang aku tulis kali ini adalah pengganti Buku Harianku, dimana aku menuliskan tentang apa yang aku rasakan sekarang. Tentang perasaan yang tidak bisa aku sembunyikan lagi. Apa itu sedih atau senang.. Entahlah.. tapi inilah perasaan ku saat ini.
Menjadi seorang wanita yang bisa membanggakan orang yang kita sayangi adalah impianku. Semua aku lakukan demi mewujudkan apa yang kamu inginkan. Tapi, kemampuanku sebagai seorang wanita adalah terbatas. Terbatas akan sebuah kesabaran. Aku pun tak ingin suatu hubungan yang aku jalani itu berjalan dengan percuma dan sia2, maksudku tidak ada keseriusan didalamnya. Karna pada dasarnya semua wanita ingin keseriusan dari pasangannya.
Kadang aku bingung harus bagaimana menjaga hubungan yang baik. Yang aku tahu adalah disini aku berusaha keras untuk menuruti apa yang kamu inginkan.
Seperti saat ini, pertama kalinya aku menjalani hubungan jarak jauh, sangat sulit buatku. Sangat amat sulit. Awalnya berjalan seperti yang aku harapkan, banyak candaan, banyak bertukar pikiran, sharing dan sampai akhirnya memutuskan untuk menjalani hubungan yang lebih serius lagi. Tapi, entah kenapa, akhir2 ini semua terasa berbeda buatku. Disaat hubungan yang aku dan kamu jalani hampir kurang lebih 1 tahun, aku merasa ada yang mulai jauh. Entah itu hanya perasaanku atau bukan, tapi ini benar2 aku rasakan sekarang. Aku takut sangat takut, hal yang serupa dimasa lalu akan terulang lagi. Hal serupa dimana aku dipojokkan dan disalahkan, padahal aku pun tidak tahu letak kesalahanku dimana.
Aku berlebihan, aku berisik, aku sok asik atau apalah yang aku dengar dari salah satu temanmu. Entah apa yang dia maksud. Aku langsung berkaca, bertanya sama diri aku sendiri: "aku kenapa?". "ada apa sama aku?". "aku salah apa?". "apa yang aku perbuat?". Pertanyaan itu yang terus mengusik pikiranku. Apalagi kamu pun juga beranggapan demikian, aku merasa perasaanku seperti diinjak2. Seolah-olah kamu tidak percaya lagi sama aku. Tapi ku hanya bisa terdiam.
Apa kamu tahu? Kalau selama ini aku bersikap sewajarnya. Apa kamu tahu? Semakin merindukanmu rasanya semakin sakit. Tapi, semua itu masih bisa aku tahan demi hubungan kita. Justru itu, aku jarang menghubungi kamu atau apalah, bukan karna apa2, melainkan aku takut kamu merasa terganggu atau terusik. Jadi apa yang membuat kamu pun berpikiran seperti itu sama aku?. Salah dimana aku?. Kadang aku iri melihat teman2ku sangat amat diperhatikan kekasihnya. Kadang aku berpikir, beruntung sekali dia. Tapi semua itu hanya bisa aku tepis. Buat apa? Buatku biarpun kamu tak seperti itu, kamu tetap yang terbaik buat aku. Aku pun tidak pernah menuntut banyak kamu harus begini ataupun begitu. TIDAK PERNAH!!  Aku cuma minta kita sama2 menjaga kepercayaan. Tapi kenapa sekarang aku merasa perhatian kamu ke aku mulai meredup??. Aku tahu, suatu hubungan tidaklah mungkin berjalan dengan mulus terus, tapi apa yang dipermasalahkan sekarang?. Kenapa semua bisa berubah secepat itu disaat aku sudah mulai sangat menyayangimu?. Apa kamu mencintai aku untuk kamu sakiti?. Apa kamu sudah bosan sama aku? Apa kamu sudah mencintai yang lain? Jujur dan terbukalah. Jangan buat aku merasa kecewa dan disia2kan. Aku tidak minta apa2 dari kamu. Aku hanya minta kamu menyayangi aku dengan tulus, biarpun itu cuma sedikit, sedikit saja. Aku hanya ingin dikasihani, biarpun cuma sedikit, sedikit saja. Hargailah aku sebagai kekasihmu. Biarpun aku tahu, dimatamu, temen2mulah  yang tetap nomor 1. Tapi, aku hanya minta kamu sayangi bukan jauhi. Tolong mengertilah tentang perasaanku. Karna aku pun juga tidak ingin kamu berperhatian lebih sama aku. Cukup dengan perhatian saja. Jadi sekarang apa masih ada yang salah sama aku??.
Aku ingin kita sama2 punya prinsip dan tujuan hidup. Bukan rasa ingin saling menyalahkan. Atau rasa kamu yang paling dibutuhkan. Aku hanya mau kita selalu ada disaat aku atau kamu sedih, disaat aku atau kamu susah, disaat aku atau kamu senang. Dan aku ingin kita saling mengisi, memberi motivasi dan semangat. Apa salah kalau aku punya pemikiran seperti itu? Karna manusia pun tidak ada yang sempurna. Maka dari itu aku menyayangimu dari hatiku yang paling dalam. Karna aku menerima kamu apa adanya. Kamu adalah kamu, bukan aku, bukan juga teman2mu. Apapun keadaanmu, aku harus bisa menerima itu. Aku pun berharap sebaliknya. Perasaanku benar2 sudah tidak bisa diubah lagi. Aku punya komitmen, punya prinsip dan punya tujuan hidup. Dan itu adalah kamu.


NOTE:
Pesanku untuk kalian yang ada  disana, jangan pernah sia2kan orang yang sudah mencintai kamu dengan tulus. Karna, aku pun belum tentu seberuntung kalian. Hargai pasanganmu, seperti kamu menghargai dirimu sendiri. Karna yang aku tahu, mencintai itu lebih sulit dibandingkan dicintai. Dan yang aku tahu, mencintai seseorang namun tidak terbalas rasanya lebih sakit, dibandingkan kita dicintai seseorang.
                                                                                              

Friday, January 6, 2012

Kisah Misteri Di Akhir Tahun


Berawal dari percakapan gw sama salah satu temen pacar gw, sebut aja namanya Ronnie (padahal itu sih emang nama sebenernya). Awalnya Ronnie minta tolong gw buat "ngeliatin" gebetan yang dia suka. Yaaa, sebagai seorang temen pasti mau dong ngebantu temennya sendiri, termasuk gw ngebantu Ronnie. Panjang lebar gw jelasin apa yang dia mau tau, sampai akhirnya dengan sendirinya tanpa sadar ganti topik. Gw tau2 nanyain tentang basecamp mereka yang biasa buat nongkrong, Namanya Fusta Base (bisa dibilang itu rumahnya Ronnie). Gak tau kenapa gw pengen banget tau tentang basecamp mereka. Terlintas dipikiran gw, ada sesuatu di tempat itu. Gw akhirnya tanya langsung sama Ronnie. Gw ngerasa dirumah Ronnie itu ada banyak hantu2 sliweran, entah bener apa gak gw coba buat pastiin ke temen gw itu. Ternyata emang bener. Awalnya gw ngerasa ada yang gak beres sama rumahnya. Ternyata emang bener, tetangganya temen gw itu ada yang punya pesugihan, atau bisa dibilang dukun lah. Gak ngerti tu dukun tua punya maksud apa, yang gw tau dia kayanya sentimen banget sama keluarga Ronnie. Yang gw tau cuma tu dukun emang punya maksud jahat. Nah, lagi serius2nya ngomongin tu orang tau2 dalam itungan 10 menit punggung gw kerasa berat. Awalnya gw cuekkin, karna paling cuma biasa aja (ada yang lewat2 dikit). Tapi gak tau kenapa makin lama ko punggung gw makin parah?? asli PARAH!!! gw sampe ga bisa ngetik chat obrolan gw sama Ronnie. Makin lama badan gw pun makin bungkuk, kaya lagi manggul beras 1 ton. Wah, ini bener2 gak beres (pikiran gw). Samar2 gw liat ada bapak2 tua botak lewat aja di pikiran gw. Dalam hati gw (ini pasti dukunnya). Setelah gw tanya apa yang gw alamin, ternyata emang bener tu dukun ngerasa terganggu sama kedatangan gw, asli badan gw sakit parah, kuping gw di budeg in. Ini udah bener2 parah.............................
Tangan mulai dingin, badan gw mulai kaku, gw harus lawan ni dukun. Alhamdulillah di bantu sama doanya Ronnie juga badan gw udah ringanan. Tapi ini belum selesai, sampe hari ke-3 pun kondisinya masih berubah2 (kondisi badan maksudnya) sampe temen2 gw yang laen juga kena imbasnya termasuk pacar gw sendiri. Semua pada ngalamin kejadian2 aneh, sampe akhirnya gw mutusin buat ke rumah Ronnie lusanya.
Sampai di rumah temen gw itu, gw di ceritain kronologis gimana kejadian awalnya. Emang cari masalah tu dukun ye, sampe masuk2kin beberapa setan ke dalem rumah temen gw itu. Ya udahlah, dengan niat kepada Allah SWT, gw sama pacar beserta temen2 gw coba buat ngusir tu setan. Dan Alhamdulillah, sampe sekarang udah ga ada gangguan2 lagi. Mudah2an tu dukun cepet insyaf lah. Karna sebenernya masih banyak hal yang lebih berguna buat dia lakuin. Amiiinn...

(Makasih banget buat pacarku Anzhi, Ana, Unan, Ronnie  yang udah rela ngabisin tenaga buat ngelawan tu dukun. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT ya.. Amiin).