Ass,
nek.., saat aku menulis tulisan ini aku tau nenek udah ada di tempat yang
paling indah. Aku kangen sama nenek. Entah kenapa nenek selalu ada di pikiran
aku saat2 ini. Mungkin karena perasaan aku emang lagi gelisah. Taukah nek, saat
pertama kali aku kenal nenek, bahagia banget rasanya. Pertemuan pertama kita
momennya emang kurang tepat, kita ketemu di saat nenek lagi sakit. Tapi, aku
seneng banget saat nenek menyapa ku dengan senyuman ramah, mencubit pipiku,
sambil bilang : “ini calonnya panji yaa?”, waah..bukan main senang rasanya.
Saat itu aku lihat nenek tampak segar, ceria, dan tak henti2nya banyak bicara,
aku berpikir kau semangat sekali, dan saat itu juga aku berharap kau akan
kembali cepat pulih dan cepat kembali pulang ke rumah.
Dihari
kedua aku ngeliat nenek, kau sangat memprihatinkan, aku berpikir, kenapa?
Kenapa jadi malah tambah parah? Padahal kemarin kau tampak sangat sehat sekali.
Aku sedih sangat amat sedih, apalagi kau bertambah sakit disaat hubungan aku
sama panji lagi ga baik juga. Apa yang harus aku lakuin?? Pikiranku terus
bercabang.
Malam
yang amat sangat dingin memaksaku untuk ga bisa nahan lagi tentang masalahku
sama panji, ini harus aku selesain. Bergegas aku kerumah sakit untuk nemuin
cucu yang paling nenek sayangin itu, tapi, dia ternyata ga ada. Yang aku liat
cuma nenek yang lagi tidur ditemani suster. Kuputuskan untuk melupakan semua
masalahku dan tetap di rumah sakit untuk menjagamu. Aku ngerasa sangat amat tertekan dan pedih
ngeliat nenek terus merintih2 menahan sakit. Nek, entah aku ga tau lagi apa
yang harus aku lakuin sekarang? Terlebih panji emang lagi ga ada disini. Ku
suruh suster untuk nelpon panji biar dia lekas datang kerumah sakit dan
menjagamu nek. Dan beberapa jam kemudian dia pun datang.
Masalahku
ku lupakan sejenak demi nenek yang udah sangat lemah, ku bantu dengan sholat
dan doa memohon supaya kau diberi kekuatan dan kesembuhan. Sesekali kau
tertidur sejenak sambil memegang tanganku, sesekali pun pernah ku lepaskan
tanganku dari genggamanmu, tapi, kau
makin erat tak melepaskan tanganku. Nek, andai aja kau sehat seperti kemarin,
aku pasti ceritakan tentang apa yang terjadi sekarang. Tapi setelah ku lihat
nenek dengan kondisi seperti itu, aku berpikir kalo kita lagi sama2 berjuang,
kau melawan penyakitmu dan aku melawan perasaan sakitku.
Setelah
beberapa minggu aku mengabaikan semua masalahku, dan ku terus gantung sampai
ada waktu yang tepat buat aku omongin, sekarang, tibalah saatnya ku utarakan
semua apa yang aku rasain dengan cucumu. Semoga inilah saatnya. Tapi, apa yang
terjadi?? Ku buka sebuah social media yang seringkali ku pakai untuk komunikasi
dengan teman2ku itu, dan terbaca salah satu update-an status dari salah satu
teman cucumu bahwa kalo kau udah tiada. Ya.. Allah nek, ga ku sangka malam kemarin
adalah malam terakhirku ketemu sama nenek, tanpa sadar airmata pun membasahi
pipiku. Nenek, entah apa yang terjadi saat ini? Ku dengar kabar terakhir
tentangmu, kalo kau udah keluar dari rumah sakit dan udah kembali ke rumah.
Lega rasanya bisa dengar kabar baik itu, Setidaknnya aku berpikir nenek benar2
akan kembali membaik dan akupun nantinya bisa ngobrol lebih banyak sama nenek.
Tapi, takdir berkata lain, kau meninggalkan aku, dengan segala cerita yang
ingin aku sampaikan ke nenek, padahal aku masih mau ketemu nenek,
nemenin nenek, sampai nenek kembali
semangat kaya pertama kali kita ketemu. Tapi, inilah kenyataannya, nenek telah
pergi untuk selamanya.
Kuputuskan
untuk melupakan semua kenangan yang udah aku jalanin sama cucumu nek, Ga akan
aku bahas lagi. Kali ini aku yang akan terus mengingatmu dan mengenangmu
seterusnya. Dan akupun berharap setiap malam bisa bertemu denganmu meskipun
cuma lewat mimpi, setidaknya didalam mimpi itu ku bisa ceritakan semuanya nek. Maafin
aku nek, karna aku pun tidak bisa terus
bersama cucu tersayangmu. Nenek Tiomina, aku sayang banget sama nenek. Aku
yakin kalo nenek pasti tau apa yang ada di perasaan ku sekarang. Dan aku pun
juga yakin nenek selalu melihatku dari tempat terindah disana.